Rabu, 03 Mei 2017

pusaka daerah sumatra selatan

1.SENJATA TRADISIONAL SUMATERA SELATAN (TOMBAK TRISULA)

Senjata tombak trisula adalah senjata tradisional yang berasal dari daerah Sumatera Selatan yang ujungnya berbentuk trisula 3 bagian ujungnya bermata tajam. Sampai saat ini sumber dari senjata tradisional ini masih belum diketahui asalnya.
Namun menurut dari beberapa ahli mereka berpendapat. Bahwa senjata tombak trisula mempunyai hubungan dengan perkembangan budaya Hindu pada saat masa kejayaan pemerintahan Kerajaan Sriwijaya yang pada saat itu berpusat di Kota Palembang.
Walau senjata tradisional trisula digunakan oleh beberapa negara, tetapi senjata trisula Sumatera Selatan dari Kota Palembang atau Kota Pempek ini mempunyai ciri khas tersendiri. Yaitu pada kedua sisi tombak trisula yaitu sisi ujung atas dan bawah tombak terdapat mata tombak.
Dalam bahasa sansekerta trisula/trishula/serampang/trisul adalah tombak yamg memiliki mata tiga yang pada harfiah yang memiliki arti tiga tombak. Trisula juga seringing disosiasikan melambangkan setan oleh meteologi umat kristen dan Islam.
Dan pada masa kejayaan kerajaan Hindu, senjata tradisional tombak trisula adalah senjata dewa Siwa. Yang merupakan salah satu trimurti yang di sembahnya. Untuk bangsa Yunani dan Romawi trisula melambangkan senjata dewa penguasa laut.
senjata tradisional sumatera selatan

2. SENJATA TRADISIONAL SUMATERA SELATAN (KERIS SITU)

Senjata tradisional dari Sumatera Selatan selanjutnya adalah keris situ. Senjata keris dari Sumatera Selatan ini kalau dilihat sepints hampir sama dengan senjata tradisional dari pulau Jawa. Namun keris situ memiliki perbedaan dengan keris dari Jawa karena keris situ mempunyai lekukan yang berjumlah ganjil, yaitu ada yang 7, 9, 11, ataupun 13.
senjata tradisional sumatera selatan

3. SENJATA TRADISIONAL SUMATERA SELATAN (SKIN)

Skin adalah senjata tradisional dari Sumatera Selatan yang bahan pembuatannya berasal dari bahan besi yang diolah melalui proses oleh pandai besi. Senjata skin biasanya disebut dengan jembio, taji ayam atau rambai ayam (menyerupai ekor ayam).
Senjata skin merupakan senjata yang berjenis tusuk genggam dengan bentuknya yang runcing dan tajam. Selain digunakan sebagai senjata, senjata skin juga berfungsi sebagai suatu benda yang keramat yang mempunyai kekuatai magis.
Biasanya senjata Sumatera Selatan Skin ini memiliki ukuran panjangnya sekitar 25 samapi 30 cm yang biasa disebut skin rambai ayam. Tetapi ada juga senjata skin yang memiliki ukuran lebih pendek dengan ukuran panjangnya sekitar 10 sampai 15 cm. Dan biasanya senjata skin dari Sumatera Selatan ini disebut dengan taji ayam, mungkin karena bentuknya yang seperti taji seekor ayam jantan.
Jaman dahulu sarung untuk senjata skin terbuat dari kulit bahan kulit sapi atau bahkan bisa kulit kambing. Tetapi seiring semakin berkembangnya zaman, kini sarung dari senjata skin terbuat dari bahan kulit sintetis atau biasa disebutkulit imitasiyang dibuat penjahit tas kulit.
Gagang dari senjata skin sendiri terbuat dari bahan kayu yang strukturnya keras dan dihiasi dengan ukiran yang memiliki nilai seni yang cukup tinggi. Skin juga merupakan sebuah hasil karya dari anak bangsa yang mempunyai kandungan berbagai macam nilai kehiupan didalam nya.
Nilai-nilai melambangkan kehidupan yang ada di dalam senjata skin sendiri diantaranya adalah seni kehidupan, ketelitian, ketekunan, serta kesabaran. Nilai yang melambangkan keindahan tercermin pada bagian bentuk skin yang terbentuk sedemikian rupa dengan memancarkan keindahan.
Serta untuk nilai ketelitian, ketekunan dan juga kesabaran bisa tercermin dari proses dalam pembuatannya yang butuh ketelitian , ketekunan, dan kesabaran. Mungkin apabila tanpa adanya nilai-nilai yang melambangkan hal tersebut, tidak mungkin akan terwujudnya sebuah senjata skin yang indah memiliki makna ini.
senjata tradisional sumatera selatan

pusaka daerah sumatera utara

Sumatera Utara memiliki bermacam - macam senjata tradisional. Senjata tradisional Sumatera Utara ini dahulu berfungsi sebagai alat untuk mempertahankan diri, namun saat ini fungsi tersebut berkembang menjadi senjata pusaka dan perlengkapan pada upacara adat dan acara kesenian tradisional Sumatera Utara lainnya.

Kali ini serba-tradisional akan membahas 9 senjata tradisional Sumatera Utara yang dikenal dan masih ada sampai sekarang.

Ke-9 Senjata tradisional Sumatera Utara tersebut adalah :

1. Senjata Tradisional Sumatera Utara - Piso Gaja Dompak


Piso Gaja Dompak adalah senjata tradisional Sumatera Utara yang berbentuk pisau yang berfungsi untuk memotong dan menusuk. Senjata Tradisional Sumatera Utara tersebut dikenal Piso Gaja Dompak karena pada gagang pisau tersebut terdapat ukiran berbentuk gajah.

Piso Gaja Dompak dipercaya merupakan pusaka kerjaan Batak dimasa raja Sisingamangaraja I. Sebagai pusaka kerjaan, senjata tradisional Sumatera Utara ini tidak diperuntukan untuk membunuh, sebagai senjata pusaka Piso Gaja Dompak ini dipercaya memiliki kekuatan supranatural yang akan memberikan kekuatan spiritual kepada pemegangnya.


2. Senjata Tradisional Sumatera Utara - Tunggal Panaluan


Tongkat Tunggal Panaluan ini adalah tongkat sakti yang hanya dimiliki oleh raja batak. Dalam perkembanganya tongkat ini dipegang oleh Ketua adat dan dipergunakan pada saat adanya acara besar, seperti mambukka Huta, acara Horja bius dll. Saat ini tongkat pusaka raja batak ini disimpan di museum Gereja Katolik Kabupaten Samosir.
Tongkat Tunggal Panaluan oleh semua sub suku Batak diyakini memiliki kekuatan gaib untuk: meminta hujan, menahan hujan (manarang udan), menolak bala, Wabah, mengobati penyakit, mencari dan menangkap pencuri, membantu dalam peperangan dan lainnya.

3. Senjata Tradisional Sumatera Utara - Hujur Siringis


Hujur siringis adalah senjata tradisional Sumatera Utara berupa tombak yang dipergunakan oleh masyarakat Batak dalam berperang. Hujur Siringis berbentuk tombak kayu yang ujugnya terbuat dari logam yang runcing.

4. Senjata Tradisional Sumatera Utara - Piso Silima Sarung

Disebut Piso Silima Sarung karena  didalam 1 sarung  5 buah mata pisau. Di dalam pisau ini berisikan kehidupan manusia, dimana menurut orang batak manusia lahir kedunia ini mempunyai 4 roh, kelima badan (wujud). Maka dalam ilmu meditasi untuk mendekatkan diri kepada Mulajadi Nabolon (Tuhan Yang Maha Esa) harus lebih dulu menyatukan 4 roh, kelima badan.


5. Senjata Tradisional Sumatera Utara - Piso Sitolu Sasarung

Piso Sitolu Sasarung adalah pisau yang memiliki 1 sarung didalamnya terdapat 3 buah mata pisau. Pisau ini melambangkan kehidupan orang batak yang menyatu 3 benua. Benua atas, benua bawah dan benua tonga, Juga melambangkan agar Debata Natolu, Batara Guru merupakan kebijakan, Batara Sori merupakan keimanan dan kebenaran Batara Bulan merupakan kekuatan tetap menyertai orang batak dalam kehidupan sehari-hari.

6. Senjata Tradisional Sumatera Utara - Piso Karo

 Pisau Karo merupakan senjata tradisional Sumatera Utara yang dibuat sekitar Abad 19 dengan dimensi panjang sekitar 31-55 cm. Pegangan pisau ini terbuat dari kayu, rotan dan gading. Sarungnya ditutupi perak dan suasa.

 7. Senjata Tradisional Sumatera Utara - Piso Gading

Piso Gading berasal dari Toba dibuat sekitar abad ke-19, yang bahannya terbuat dari kayu, rotan, gading dan memiliki panjang keseluruhan sekitar 66 cm sedangkan panjang pisaunya sekitar 48 cm.

 8.Senjata Tradisional Sumatera Utara - Piso Sanalenggam

Piso Sanaleggam merupakan senjata tradisional Sumatera Utara yang memiliki Gagang pisau menggambarkan sosok pria yang matanya dihiasi dengan kepala tertunduk. Menggunakan motif yang melilit atau melingkar dileher. Dibawahnya cincin kuningan dibuat dari kawat yang digulung.



9. Senjata Tradisional Sumatera Utara -Piso Toba

Piso toba merupakan senjata tradisional Sumatera Utara yang terbuat dari kayu, besi, kuningan. Dibuat sekitar abad - 19.

pusaka daerah sumatera barat

Selain alat musik tradisional, Sumatera Barat juga memiliki beberapa senjata tradisional yang berkembang dimasyarakat Sumatera Barat. Senjata Tradisional ini selain dipergunakan untuk berburu, mempertahankan diri dan juga dipergunakan sebagai kelengkapan / aksesories.

Artikel dibawah ini adalah mengenai 3 Senjata Tradisional Sumatera Barat :

1. Senjata Tradisional Sumatera Barat - Karih


Karih adalah senjata tradisional dari Sumatera Barat seperti keris hanya saja bentuk karih tidak berlekuk seperti halnya keris yang kita kenal dari pulau Jawa. Akan tetapi Jika masih berada dalam sarungnya, sekilas bentuk keris Sumatera Barat ini mirip keris Jawa; pegangannya berlekuk sedikit dengan ukiran di bagian sarungnya. Bagian sarungnya agak sedikit menyempit di bagian atas dekat ujungnya.
Karih / Keris ini merupakan perlengkapan / aksesoris yang dipakai oleh kaum laki-laki dan diletakkan di sebelah depan, dan umumnya dipakai oleh para penghulu terutama dalam setiap acara resmi ada terutama dalam acara malewa gala atau pengukuhan gelar, selain itu juga biasa dipakai oleh para mempelai pria dalam acara majlis perkawinan yang masyarakat setempat menyebutnya baralek dan juga dipergunakan dalam pertunjukan silat.

2. Senjata Tradisional Sumatera Barat - Kerambik

Senjata Tradisional dari Sumatera Barat selanjutnya adalah Karambit. Kerambit disebut juga dengan Karambiak, Kurambiak.  Kerambit adalah senjata tradisional Sumatera Barat yang berjenis pisau genggam kecil berbentuk melengkung dari Indonesia yang telah mendunia. Bahkan senjata ini di produksi secara masal oleh produsun-produsen senjata dunia, dan menjadi senjata wajib personel US Marshal. Senjata ini termasuk senjata berbahaya karena dapat digunakan menyayat maupun merobek anggota tubuh lawan secara cepat dan tidak terdeteksi.

Kerambik ini merupakan senjata khas asli dari Minangkabau Sumatera Barat, namun dalam perkembangannya menyebar ke pelosok nusantara dibawa oleh masyarakat Minang yang merantau. Saat ini kerambit memiliki beberapa varian. Dari bilah tajamnya terbagai menjadi dua yaitu tajam tunggal dan tajam ganda (double edges). Sedangkan di Indonesia sendiri, kerambit ada dua yaitu kerambit Jawa Barat dan kurambiak/karambiak Minang. Kerambit Jawa Barat biasanya memiliki lengkungan yang membulat, sedangkan kerambit Minang memiliki lengkungan siku.
Beberapa jenis kerambit di Nusantara:
  • Kuku Alang (kuku elang), Lawi ayam: Cakar elang/ayam dari Sumatera Barat
  • Kuku Harimau: Sumatera Barat, Jawa Barat dan Madura
  • Kuku Bima: Jawa Barat, Jawa Tengah
  • Kuku Hanoman: Jawa Barat
  • Kerambit Sumbawa: Pulau Sumba
  • Kerambit Lombok: Lombok

3. Senjata Tradisional Sumatera Barat -Ruduih


Ruduih merupakan salah satu senjata tradisional sejenis golok yang berasal dari budaya masyarakat Minang, Sumatra Barat. Pada masa lampau Keberadaan senjata tradisional ruduih ini dipergunakan dalam peperangan dan  tercatat di dalam Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma, sebagai senjata yang digunakan dalam perang Manggopoh (1908).



Demikian Sobat serba-tradisional, 3 senjata tradisional yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat. Semoga bermanfaat.

pusaka daerah papua

Beberapa senjata khas tradisional Papua dan Papua Barat memang terbuat dari alam. Namun kemampuan masyarakat Papua dalam mempergunakan perkakas tradisional ini tak bisa diragukan lagi, terbukti mereka masih eksis hingga saat ini. 

1. Senjata Tradisional Papua dan Papua Barat - Busur dan Panah


Busur dan Panah adalah merupakan salah satu senjata utama khas suku-suku yang ada di Papua. Senjata tradisional busur dan panah ini digunakan untuk berburu dan berperang. Busur tersebut dibuat dari bambu atau kayu, sedangkan tali Busur terbuat dari rotan. Anak panahnya terbuat dari bambu, kayu atau tulang kangguru.

Karena bahan-bahan busur dan panah yang terbuat dari alam, maka diperlukan keahlian khusus untuk menggunakan senjata tradisional tersebut.


2. Senjata Tradisional Papua dan Papua Barat - Tombak


Tombak merupakan salah satu senjata tradisional suku yang ada di Papua dan Papua Barat. Senjata tombak ini sering digunakan dalam berburu. Tombak suku adat di papua dibuat dari bahan alam seperti kayu dan batu. Setiap suku memiliki bentuk tombak yang berbeda, diantaranya ada yang memiliki 1 mata tombak dan juga 2 mata tombak.

Tombak Asmat Papua
Tombak Suku Asmat - Papua

3. Senjata Tradisional Papua dan Papua Barat - Pisau Belati


Selain busur, panah dan tombak, masyarakat suku adat di Papua memiliki senjata tradisional pisau belati yang terbuat dari tulang burung kasuari atau terbuat dari bambu. Pisau ini bisa dibuat dari tulang kaki burung kasuari atau bambu dengan ujung yang meruncing, sedangkan gagangnya dihiasi oleh bulu burung kasuari.

Senjata tradisional dari Papua dan Papua Barat yang dibuat dari tulang burung kasuari ini dipergunakan sebagai alat bantu dalam berburu dan mengambil hasil hutan.

Pisau Papua

4. Senjata Tradisional Papua dan Papua Barat - Kapak Batu


Kapak batu adalah senjata tradisional suku adat di Papua dan Papua Barat. Kapak batu ini Terbuat dari batu alam yang dihaluskan dan dibentuk mata kampak, diberi bingkai anyaman dari pilinan serat kayu hutan dan anggrek hutan, dipergunakan untuk keperluan memotong, mencungkil dan menggal.

Kapak Batu Papua

Kapak Batu Papua
 Demikian Sobat 4 Senjata tradisional dari Papua dan Papua Barat yang bisa kita ketahui, semoga menambah wawasan budaya Sobat tradisi.

pusaka daerah bengkulu

Senjata Tradisional Bengkulu - Bengkulu merupakan provinsi yang ada di Indonesia. Ibukota provinsi ini terletak di Kota Bengkulu. Provinsi ini berada di barat daya di Pulau Sumatera. Di Bengkulu terdapat kerajaan seperti Kerajaan Selebar, Kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Pat Petulai, Kerajaan Marau Riang, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Sungai Lemau, dan Kerajaan Gedung Agung. Sebagian besar wilayah Bengkulu pernah dikuasai oleh Kerajaan Indrapura sejak abad ke-17.

Sejarah Bengkulu

Pada tahun 1865, British East India Company membangun pusat perdagangan lada Coolen yang dalam bahasa Inggris adalah Cut Land. Artinya tanah patah karena wilayah Bengkulu merupakan daerah patahan akibat gempa bumi. Bengkulu menjadi gudang penyimpanan lada. Pada masa tersebut, ekspedisi EIC yang dipimpin William Cowley dan Ralph Ord mencari pengganti tempat pusat penjualan lada setelah VOC merebut pelabuhan Banten dan EIC sudah dilarang untuk berdagang di pelabuhan tersebut. 

Kemudian pada 12 Juli 1685, Kerajaan Selebar memberikan izin kepada Inggris untuk membangun benteng dan gedung perdagangan. Pada tahun 1685, Inggris mendirikan benteng York di muara Sungai Serut. Pada tahun 1713, Inggris kembali membangun benteng Marlborough yang sampai sekarang masih berdiri dengan tegak. Tetapi Inggris menyadari bahwa tempat ini sudah tidak menguntungkan karena pasokan lada tidak mencukupi. 

Ketika perjanjian London dilaksanakan pada tahun 1824, Bengkulu diberikan kepada Belanda dan Inggris menerima imbalan Malaka dan kepemilikan atas Pulau Belitung dan Singapura. Sejak perjanjian tersebut, Bengkulu masuk ke dalam Hindia Belanda. 

Pada abad ke-19 di Rejang Lebong ditemukan deposit emas sehingga sampai abad ke-20, tempat tersebut digunakan untuk menambang emas. Kemudian pada tahun 1930, Bengkulu dijadikan sebagai tempat pembuangan aktivis yang mendukung kemerdekaan yakni Soekarno. Setelah Indonesia merdeka, Bengkulu masuk ke wilayah Provinsi Sumatera Selatan dan kemudian pada tanggal 18 November 1968, Bengkulu dijadikan provinsi yang ke-26.

Senjata Tradisional Bengkulu

Setelah mengetahui sejarah singkat Provinsi Bengkulu, maka inilah 4 senjata tradisional bengkulu yang dulu digunakan oleh kerajaan-kerajaan di Bengkulu:

1. Keris

Keris
Senjata tradisional Bengkulu ini mempunyai fungsi khusus yakni untuk menikam seseorang atau apapun dalam jarak yang dekat.

2. Badik  atau Sewar

Badik
Senjata tradisional dari Bengkulu yang disebut sewar atau badik ini mempunyai bentuk yang lurus dengan mata satu. Senjata tradisional ini digunakan untuk berburu. Selain itu juga digunakan dalam perlengkapan yang harus dikenakan ketika melangsungkan upacara adat. Umumnya, jenis sewar atau badik ini digunakan juga oleh masyarakat melayu di daerah lainnya. Tetapi nama senjata ini di daerah yang lain berbeda yakni siwah, sewar atau tumbuk lada. Di daerah Lampung senjata tradisional ini disebut dengan Badik Manna.

3. Rambai Ayam

Rambai Ayam

Rambai ayam ini sering dikenal dengan sebutan Jembio. Rambai ayam merupakan senjata tradisional dengan bentuk seperti senjata tusuk yang salah satu sisinya sangat tajam. Bagian ujungnya juga runcing. Senjata ini disebut dengan rumbai ayam karena bentuknya memang seperti taji atau ekor ayam. Biasanya rambai ayam mempunyai ukuran antara 25 sampai 30 cm.

4. Rudus

Rudus

Senjata tradisional Bengkulu yang terakhir adalah rudus. Rudus merupakan pedang yang memiliki sarung, ulu, dan mata. Senjata tradisional ini digunakan dalam medan perang untuk melindungi diri. Senjata ini juga merupakan perlengkapan upacara penobatan seorang datuk atau kepala adat.

Rudus juga digunakan sebagai lambang dari Provinsi bengkulu. Senjata rudus yang digunakan di lambang Bengkulu adalah simbol dari kepahlawanan.

pusaka daerah bali


7 Senjata Tradisional Bali Beserta Sejarah dan Penjelasannya


Senjata Tradisional Bali – Setiap daerah atau provinsi di Indonesia pasti mempunyai senjata tradisional masing-masing. Entah itu digunakan untuk menjaga diri dari musuh, digunakan untuk berburu hingga berperang. Atau bahkan ada beberapa daerah yang memiliki senjata tradisional mereka jadikan sebagai simbol masyarakat tersebut.
Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai senjata tradisional dari Bali. Mungkin sebagian dari kita, saat mendengarnya pasti akan langsung membayangkan tempat wisatanya, pantainya dan yang lainnya. Tidak apa-apa, emang betul sekali bahwa merupakan daerah yang kaya akan kebudayaan dan tempatnya yang sudah terkenal.
Langsung saja kita bahasa apa saja sih senjata tradisional dari Bali itu. Karena zaman sekarang sudah sangat jarang kita ketahui mengenai senjata tradisional. Mari simak bersama-sama penjelasan di bawah ini.

Senjata keris tayuhan Bali1. Senjata Tradisional Bali – Keris Tayuhan


Sumber : www.griyokulo.com

Keris tayuhan merupakan bagian senjata tradisional peninggalan sejarah kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit memang merupakan berpengaruh besar terhadap kebudayaan pada saat dulu sampai sekarang. Zaman dulu pada saat peperangan juga menggunakan keris sebagai alat tempur meraka.
Secara filosofis, senjata keris ini dipercaya sebagai simbol dan nilai sejarah kehidupan agama Hindu. Sehingga para masyarakat Bali mengkhususkan merawat dengan sangat baik keris tersebut karena dianggap sebagai benda pusaka. Menurut masyarakat Bali yang menganut agama Hindu, mereka menentukan acara pembersihan pusaka keris dengan cara melihat perputaran bulan terhadap bumi.
Sedangkan dalam menentukan acara ritual kepercayaan agama Hindu di Bali, para masyarakat melihat berdasarkan penanggalan kuno Hindu di Bali. Merawat dan memperlakukan terhadap keris karena bersifat sakral dan dianggap memiliki kekuatan magis.
Keris yang dianggap sebagai benda pusaka biasa disebut dengan keris tayuhan. Dalam pembuatannya, keris tayuhan lebih mementingkan tuah daripada keindahan bentuk pada keris tersebut. Pemilihan dan pembuatan pamor juga diperhatikan. Keris yang seperti ini juga dianggap lebih wingit atau angker. Karena mereka percaya bahwa keris tersebut adalah keris bertuah di dalamnya.

2. Senjata Tradisional Bali – Wedhung


Senjata Wedung dari Bali
Sumber : www.vikingsword.com

Wedhung merupakan senjata tradisiona khas Bali lainnya. Cara penggunaan senjata ini yaitu dengan cara dipegang karena bentuknya yang seperti pisau. Senjata wedhung ini, juga diartikan sebagai kesiapan mereka untuk abdi kepada pemimpin yang sedang berkuasa. Wedhung terbuat dari bahan logam yang ditempah. Sementara untuk genggamannya yaitu terbuat dari besi maupun kayu.
Senjata wedhung ini tidak hanya ditemukan di Bali saja. Karena ada juga wedhung yang berasal dari Cirebon. Perbedaan wedhung Bali dan Cirebon yaitu terlihat dari bilah pisaunya. Wedhung asli Cirebon mempunyai bilah pisau yang polos. Sedangkan wedhung khas Bali mempunyai ciri khas dari motifnya.

3. Senjata Tradisional Bali – Tiuk


Tiuk Bali
Sumber : 2.bp.blogspot.com

Senjata tradisional selanjutnya yaitu tiuk. Tiuk yaitu bahasa daerah Bali yang artinya pisau. Tiuk ini di dalam masyarakat Bali sering digunakan oleh ibu-ibu. Karena fungsinya sendiri yaitu untuk membuat sesaji, memasak dan digunakan dalam sarana upcara adat Bali.

4. Senjata Tradisional Bali – Taji


Taji Bali Tradisional
Sumber : www.tajenbali.com

Taji yang memiliki arti pipih ini merupakan bahasa yang berasal dari kata tajen (pisau yang berbentuk kecil) yang tajam dan juga runcing. Istilah tajen oleh masyarakat Bali digunakan untuk sambung ayam atau biasa digunakan sebagai sarana untuk upacara tabuh roh yaitu semacam taburan darah daging binatang korban yang digunakan untuk sesaji. Juga digelar dalam upacara agama (yadnya).
Tabuh roh dipercaya oleh masyarakat Bali dapat mengusir butha (pengaruh negatif) yaitu berupa menjauhkan manusia dari marabahaya.

5. Senjata Tradisional Bali – Kandik


Kandik Bali Tradisional
Sumber : 2.bp.blogspot.com

Kandik yaitu berasal dari daerah Bali yang bermakna kapak. Senjata tradisional kandik mempunyai bentuk sama persis dengan kapak lainnya yang mempunyai pegangan yang panjang. Kandik juga biasa digunakan untuk memotong dan membelah kayu oleh para masyarakat Bali.

6. Senjata Tradisional Bali – Caluk


Caluk Tradisional Bali
Sumber : infoobjek.files.wordpress.com

Caluk merupakan senjata tradisional khas Bali ini berupa pisau dengan ukuran yang panjang. Tapi yang membedakannya yaitu dari bagian ujung yang dimiliki lengkungan yang kecil. Lekukan tersebut tidak seperti arit atau sabit, caluk biasa digunakan oleh masyarakat Bali yaitu untuk membersihkan rumput pada pinggir jalan atau di sawah.

7. Senjata Tradisional Bali – Arit


Senjata arit khas jawa timur
Sumber : 3.bp.blogspot.com

Senjata tradisional khas Bali yang terakhir yaitu arit. Arit biasa digunakan oleh masyarakat Bali sebagai alat pertanian. Yaitu berupa pisau yang berbentuk melengkung menyerupai seperti bulan sabit. Arit juga biasa digunakan sebagai alat untuk bergotong royong dalam bekerja di sawah dan di ladang, juga untuk mencarikan rumput bagi hewan peliharaan mereka.
Demikianlah pembahasan singkat mengenai senjata tradisional Bali yang bisa menambah pengetahuan pembaca sekalian. Jangan lupa like dan share ya. Terimakasih telah berkunjung.

pusaka daerah jakarta

SENJATA TRADISIONAL BETAWI (JAKARTA) Golok Betawi  Senjata merupakan alat kepanjangan tangan manusia dalam pembelaan diri, dalam s...